Kemenkes mencatat 184 kasus Influenza A(H3N2) Subclade K di Indonesia sepanjang 2025 hingga minggu ke-36 tahun 2026. Kasus tersebut tersebar di 20 provinsi.
DKI Jakarta tercatat sebagai wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.
Kemenkes juga mencatat proporsi influenza pada minggu ke-36 meningkat menjadi 46 persen dari 35 persen pada minggu sebelumnya. Dari 185 spesimen yang diperiksa, ditemukan 86 kasus positif influenza, terdiri atas delapan kasus Influenza A(H3N2), 76 kasus Influenza A(H1N1pdm09), dan dua kasus Influenza B Victoria.
Meski terdapat peningkatan proporsi influenza, tingkat aktivitas influenza secara keseluruhan masih berada dalam kategori rendah, menurut data Kemenkes hingga minggu ke-36.
Artinya, masyarakat tidak perlu menganggap setiap gejala flu sebagai kondisi darurat. Namun, gejala yang berat, memburuk, atau disertai tanda bahaya tetap perlu mendapatkan perhatian medis.