Tak Hanya Saluran Napas, Abu Vulkanik Anak Krakatau Membahayakan Mata hingga Kulit!

Mei Sada Sirait
Ilustrasi mata merah akibat abu vulkanik. (Foto: Ilustrasi AI)

Namun, proses membersihkan abu dari tubuh harus dilakukan secara hati-hati. Menkes mengingatkan kemungkinan adanya partikel abu yang tajam sehingga pembersihan perlu dilakukan dengan perlahan agar tidak memperparah iritasi.

Jika muncul rasa gatal atau keluhan lain pada kulit, masyarakat dapat mendatangi Puskesmas. Kemenkes telah menyiapkan salep kulit untuk membantu menangani keluhan tersebut.

Kapan Harus ke Puskesmas?

Masyarakat di wilayah terdampak tidak perlu panik, tetapi tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh setelah terpapar abu vulkanik.

Jika mulai mengalami gangguan pernapasan, keluhan pada mata, atau iritasi dan rasa gatal pada kulit, warga dapat mencari pertolongan di Puskesmas terdekat.

Kemenkes juga telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) di seluruh daerah terdampak. Koordinasi dengan dinas kesehatan tingkat kabupaten/kota dilakukan secara rutin untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan masyarakat.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
19 hari lalu

Abu Vulkanik Anak Krakatau Masuk Jakarta, BNPB Langsung Modifikasi Cuaca Hari ini

19 hari lalu

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Penyeberangan Laut Merak-Bakauheni Aman?

19 hari lalu

Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 10 Kecamatan di Tanggamus Diguyur Hujan Abu

19 hari lalu

Kemenkes Aktifkan Health Emergency Operation Center di Daerah Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal