Telur Mentah Tidak Terbukti Bisa Turunkan Demam pada Bayi, Jangan Pernah Dicoba!

Muhammad Sukardi
Ilustrasi demam pada anak. (Foto: Istimewa)

Namun, telur baru boleh diperkenalkan ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima MPASI. Secara umum, MPASI dimulai saat bayi berusia enam bulan.

Saat disajikan, telur harus dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang sempurna. Pengolahan yang tepat membantu mengurangi risiko infeksi akibat bakteri yang mungkin terdapat pada telur.

Sebaliknya, bayi yang belum berusia enam bulan dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif. Jika ASI tidak memungkinkan diberikan atau terdapat indikasi medis tertentu, penggunaan susu formula bayi perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Orang tua juga perlu menjaga kebersihan tangan dan peralatan makan serta menghindari telur yang retak atau rusak.

Kasus Alena menjadi pengingat bahwa niat membantu bayi yang sedang sakit harus disertai pemahaman kesehatan yang benar. Jangan memberikan telur mentah untuk menurunkan demam. Jika bayi mengalami demam, segera konsultasikan kondisinya kepada tenaga medis, terutama apabila usianya masih di bawah tiga bulan.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
2 jam lalu

IDAI Larang Keras Bayi Diberikan Telur Mentah, Bisa Bahayakan Nyawa!

2 jam lalu

IDAI Angkat Bicara soal Bayi Alena Meninggal Dunia usai Diberi Telur Mentah

2 jam lalu

Sebelum Meninggal Dunia, Bayi Alena Ternyata Demam Tinggi dan Dikasih Telur Mentah

2 jam lalu

Tragis! Bayi Berusia 28 Hari Meninggal Dunia usai Diberikan Telur Mentah oleh Neneknya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal