JAKARTA, iNews.id - Memberikan telur mentah kepada bayi untuk menurunkan demam bukanlah cara yang tepat dan justru dapat membahayakan kesehatannya. Orang tua dan pengasuh perlu memahami bahwa demam pada bayi harus ditangani berdasarkan penyebabnya, bukan dengan memberikan bahan makanan yang belum terbukti bermanfaat sebagai pengobatan.
Peringatan ini menjadi perhatian setelah kasus bayi Alena berusia 28 hari yang meninggal dunia menyita perhatian publik. Alena sebelumnya dikabarkan mengalami demam dan diduga diberikan telur mentah oleh neneknya. Dia kemudian menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026).
Meski demikian, belum ada keterangan medis yang memastikan bahwa pemberian telur mentah menjadi penyebab langsung kematian Alena. Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mencoba pengobatan rumahan yang berisiko pada bayi, terutama yang baru lahir.
Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), melalui pernyataan resmi IDAI mengingatkan bahwa telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak karena berisiko menimbulkan infeksi.
IDAI menjelaskan, telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan salmonelosis, yaitu infeksi yang menyerang saluran pencernaan.