Karena itu, Benjamin menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, Puskesmas, rumah sakit, hingga pemerintah wilayah untuk memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian TBC.
Dia menilai Jakarta memiliki potensi besar untuk mempercepat eliminasi TBC karena didukung fasilitas kesehatan yang relatif lengkap, mulai dari Puskesmas, rumah sakit, hingga Puskesmas Pembantu.
“Jakarta memiliki fasilitas kesehatan yang cukup lengkap, mulai dari Puskesmas, rumah sakit hingga Puskesmas Pembantu. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk mempercepat eliminasi TBC. Kita perlu terus mengevaluasi kelemahan dan memperbaiki strategi agar program ini semakin menjangkau masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta drg. Ani Ruspitawati menyatakan dukungan Kemenkes menjadi momentum untuk mempercepat pencapaian target pengendalian TBC di Ibu Kota.
Meski demikian, dia menilai penguatan pencegahan masih menjadi pekerjaan penting agar kasus TBC tidak terus bermunculan pada tahun-tahun berikutnya.
Melalui monitoring dan evaluasi tersebut, Kemenkes mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, peningkatan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, serta optimalisasi pelacakan kontak erat dan pemberian TPT.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan penularan sekaligus mempercepat eliminasi TBC di Indonesia.