Yaping Qiao PhD menambahkan, pada Oktober 2021, penelitian di Chili mengungkapkan pemberian vaksin booster meningkatkan kemampuan CoronaVac dalam mengurangi tingkat keparahan Covid-19 dari 56 persen menjadi 80 persen. Selain itu, pemberian booster juga meningkatkan efektivitas CoronaVac dalam mencegah perawatan di Rumah Sakit dari 84 persen menjadi 88 persen.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, pandemi Covid-19 makin berkembang dengan munculnya mutasi virus baru seperti Omicron yang telah terdeteksi di beberapa negara, termasuk di Indonesia.
Penambahan kasus terus terjadi dan per 14 Januari 2022 tercatat 572 kasus Omicron di Indonesia, di mana 455 merupakan kasus impor dan 117 kasus transmisi lokal. Meskipun gejala yang muncul dari varian ini tergolong ringan, tetap diwaspadai karena Omicron memiliki sifat penularan yang sangat cepat.
"Fenomena ini menunjukkan, semua pihak harus tetap waspada akan ancaman Covid-19 lainnya di masa depan. Oleh karena itu, untuk menghadapi perkembangan yang terjadi selama pandemi Covid-19 dibutuhkan kolaborasi yang solid antara pemerintah, akademisi, asosiasi profesional dan swasta," kata dr Siti Nadia Tarmizi.
Dia menambahkan, peran para peneliti sangat penting dalam menghadapi pandemi ini dan dia sangat mengapresiasi inisiatif dari Sinovac melalui simposium antar institusi sebagai kesempatan untuk berbagi wawasan.
"Melihat efektivitas booster dalam mengurangi tingkat keparahan Covid-19 dan perawatan di RS, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas booster gratis yang telah tersedia," kata dia.
Chief Business Officer of Sinovac, Helen Yang mengatakan, Sinovac meyakini, solidaritas dan kerjasama berbagai institusi adalah siasat pertahanan paling ampuh untuk mengatasi pandemi Covid-19.
"Sebagai bagian komitmen untuk mendukung upaya Indonesia dalam penanganan Covid-19, kami mengadakan ‘Indonesian Congress Symposium on Combating Covid-19 Pandemic without Boundaries’ yaitu platform yang mengikutsertakan pembicara dari berbagai institusi terkait untuk berbagi riset ilmiah dan temuan terkini dari vaksin CoronaVac," katanya.
Dia berharap kesempatan ini mampu meningkatkan kapabilitas Indonesia dalam mengatasi pandemi Covid-19. Simposium ini menghadirkan sejumlah pembicara ahli yang berbagi pengalaman, hasil studi, dan data lainnya seputar penanganan Covid-19.