Penelitian tersebut juga menemukan materi genetik ALTNV pada 1,29 persen dari 47.428 kutu yang dikumpulkan dari 15 provinsi di China.
Prevalensi tertinggi ditemukan pada Haemaphysalis longicornis, yang dikenal sebagai Asian longhorned tick. Sekitar 1,75 persen kutu jenis tersebut terdeteksi membawa ALTNV.
Eksperimen lebih lanjut menunjukkan H. longicornis dapat mempertahankan dan menularkan virus melalui beberapa tahap kehidupannya. Kutu tersebut juga terbukti dapat menularkan ALTNV kepada tikus dalam penelitian laboratorium.
Temuan ini memperkuat dugaan bahwa kutu merupakan jalur utama penularan ALTNV yang sudah diketahui hingga saat ini.
Sampai penelitian tersebut dilakukan, tidak terdapat bukti yang menunjukkan ALTNV dapat menyebar dengan mudah dari satu manusia ke manusia lainnya.