Pintu dan jendela rumah perlu ditutup rapat untuk mencegah abu masuk. Celah yang memungkinkan partikel masuk dapat ditutup menggunakan lakban atau bahan penutup lainnya.
Kebersihan rumah juga harus dilakukan dengan cara yang tepat. Lantai sebaiknya dibersihkan menggunakan metode basah seperti mengepel. Menyapu dalam kondisi kering justru dapat membuat abu kembali beterbangan sehingga meningkatkan risiko terhirup.
Untuk anak usia lebih besar yang terpaksa harus keluar rumah, masker N95 atau KN95 dapat digunakan dengan pemasangan yang rapat sehingga menutupi hidung dan mulut.
Namun, masker N95 tidak direkomendasikan untuk bayi dan balita karena dapat meningkatkan risiko kesulitan bernapas. Bagi kelompok usia tersebut, mengurangi paparan dengan tetap berada di dalam ruangan menjadi pilihan perlindungan yang lebih tepat.
Jika masker standar sulit diperoleh, masker bedah berlapis atau kain lembap dapat digunakan sebagai alternatif darurat, meski tingkat perlindungannya tidak sama dengan masker N95 atau KN95.
Khusus anak yang memiliki asma, orang tua juga perlu menyiapkan obat pelega napas sesuai resep dan petunjuk dokter.