Pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah membilas mata menggunakan air bersih yang mengalir.
Untuk anak yang harus berada di luar rumah, perlindungan mata juga perlu diperhatikan. Pada remaja yang menggunakan lensa kontak, penggunaannya sebaiknya dihentikan selama berada di lingkungan yang dipenuhi abu vulkanik.
Sebagai gantinya, penggunaan goggle atau kacamata pelindung dapat menjadi pilihan untuk membantu mencegah partikel abu langsung mengenai mata.
Selain mata, kulit anak juga dapat terkena paparan abu vulkanik. Karena itu, anak sebaiknya tidak berada di luar ruangan jika tidak ada kebutuhan mendesak.
Jika anak harus keluar rumah, dokter Yogi menyarankan perlindungan fisik dengan mengenakan pakaian berlengan panjang yang menutupi tubuh.