Karena itu, menjaga pola makan sejak dini menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular di masa depan.
Meski demikian, dr Nancy menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu menghindari makanan favorit secara total. Yang terpenting adalah menjaga frekuensi dan porsi konsumsi agar tidak berlebihan.
Pola makan sehat dapat dilakukan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh. Selain itu, penting juga untuk membatasi makanan cepat saji, makanan olahan, gorengan, serta minuman tinggi gula.
Kebiasaan baik tersebut perlu dibarengi dengan aktivitas fisik rutin, tidur yang cukup, menjaga berat badan ideal, dan tidak merokok.
Lebih lanjut, menurut dr Nancy orang tua memiliki peran besar dalam membentuk kebiasaan makan anak. Makanan yang dikonsumsi anak setiap hari dapat memengaruhi kesehatan pembuluh darah mereka dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, menyediakan menu bergizi seimbang di rumah dan membatasi konsumsi makanan ultra-proses dapat menjadi investasi kesehatan yang penting bagi keluarga.
Dengan memahami dampak pola makan terhadap kesehatan jantung, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam memilih makanan sehari-hari. Sebab, penyakit jantung seringkali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan terus-menerus selama bertahun-tahun.