Praktisi manajemen musik Kukuh Rizal melihat keseriusan para finalis dalam mengikuti setiap sesi.
"Menyenangkan bisa bertemu musisi-musisi baru dengan energi besar. Saya melihat mereka tidak hanya punya bakat, tetapi juga kemauan untuk membangun sistem manajemen jangka panjang," katanya.
Selain itu, perspektif kuratorial juga menjadi bagian penting dalam proses mentoring. Para finalis diajak memahami bagaimana festival musik menilai kesiapan seorang musisi, mulai dari konsep hingga daya tarik di atas panggung.
Menariknya, proses mentoring juga memicu kolaborasi spontan. Salah satu finalis, Tuan Sendiri, mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui interaksi dengan sesama musisi, termasuk dengan alumni program sebelumnya.
"Proses ini membuka perspektif baru dan memperluas jejaring. Bahkan kolaborasi bisa terjadi secara alami, itu yang paling berkesan bagi saya," ujar perwakilan Tuan Sendiri.
Dengan bekal pengalaman lintas aspek, mulai dari kreatif hingga industri, para finalis kini tidak hanya bersiap memasuki studio rekaman, tetapi juga menghadapi realitas industri musik yang menuntut ketahanan, adaptasi, dan visi jangka panjang.