JAKARTA, iNews.id - Bacaan sholawat di Bulan Syaban dianjurkan untuk diamalkan umat Islam agar mendapat cucuran rahmat Allah SWT dan syafaat dari Rasulullah SAW.
Secara bahasa sholawat nabi merupakan bentuk jamak dari sholla yang berarti doa. Sedangkan menurut istilah, sholawat adalah bentuk doa dan pujian untuk Nabi sebagai ibadah kepada Allah SWT.
Sholawat dari Allah kepada Nabi SAW adalah sebagai rahmat dan keridhaan. Sedangkan sholawat para malaikat kepada Nabi SAW adalah sebagai doa dan istighfar. Sedangkan sholawat umat Muhammad SAW adalah doa dan pengagungan kepada Rasulullah SAW.
Membaca sholawat kepada Nabi Muhammad SAW juga sangat besar kutamaannya karena akan mendapat syafa'at atau pertolongan kelak di hari kiamat. Rasulullah SAW pernah bersabda:
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ؛ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً".
Artinya. Dari Abdullah ibnu Mas’ud, bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda: Orang yang paling berhak mendapat syafaatku kelak di hari kiamat adalah orang yang paling banyak membaca salawat untukku.
Bulan Syaban merupakan bulan sholawat karena di bulan ini turun ayat perintah sholawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dalam Surat al-Ahzab ayat 56:
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
Sayyid Muhammad lalu mengutip pendapat dari Imam Abu Daif al-Yamani dan Imam Syihabuddin Al-Qasthalani yang menyatakan bahwa:
ان شهر شعبان شهر الصلاة على النبي لأن الاية “إن الله وملائكته يصلون على النبي” نزلت فيه
“Sesungguhnya bulan sya’ban ialah bulan shalawat, karena ayat tersebut turun di bulan itu (Sya’ban)”.
Sayyid Muhammad juga menampilkan salah satu Hadits yang diriwayatkan Imam ad Dailami yang diriwayatkan oleh Sayyidah Aisyah radiyallahu ‘anha:
شَعْباَنُ شَهْرِيْ وَرَمَضَانُ شَهْرُ اللِه وَشَعْبَانُ المُطَهِّرُ وَرَمَضَانُ المُكَفِّرُ
“Sya’ban adalah bulan (milik-ku), dan Ramadhan bulan (milik-Nya) Allah. Bulan Sya’ban menyucikan dan Ramadhan menghapuskan dosa”.
Ada banyak ragam sholawat Nabi Muhammad. Yakni, sholawat ma'tsurah dan ghairu ma'tsurah. Sholawat ma'tsurah diucapkan Rasulullah SAW langsung kepada sahabatnya. Sedangkan sholawat ghairu ma'tsurat redaksinya dibuat para sahabat, tabiin dan orang-orang saleh.
1. Sholawat Jibril
Salah satu bacaan sholawat di Bulan Syaban yang dianjurkan yakni membaca sholawat Jibril.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ
Arab-Latin: Allahumma shalli 'alaa sayyidina Muhammadin wa 'Alaa aali sayyidinaa Muhammad.
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah sholawat kepada Nabi Kita Muhammad SAW dan keluarganya.