5 Perbedaan Antara Haji dan Umrah, Hukum, Waktu, hingga Rukun Pelaksanaannya

Rilo Pambudi
Perbedaan Antara Haji dan Umrah (Foto: Istimewa)

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian menjawab, “Tidak. Jika kau berumroh maka itu lebih baik.” (HR. Tirmidzi)

2. Perbedaan Segi Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan ibadah haji dan umrah memiliki perbedaan yang lugas. Haji lebih terbatas secara waktu dibandingkan umrah.

Pasalnya, ibadah haji hanya bisa dikerjakan pada bulan-bulan haji, yakni mulai sejak Syawal hingga awal Dzulhijjah.

Dasar hukum waktu pelaksanaan haji ini didasarkan pada firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 197 yang artinya sebagai berikut:

"Musim haji itu (berlangsung) pada beberapa bulan yang telah diketahui”. Penegasan mengenai hal ini dilakukan oleh Abdullah bin Umar yang berkata "Bulan-bulan haji Syawal, Dzulqa'dah, dan 10 hari (pertama) Dzulhijjah.” (H.R. Bukhari).

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenhaj Minta Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Operasional Haji dan Umrah

57 tahun lalu

Danantara Akuisisi Hotel hingga Real Estate di Makkah untuk Jemaah Haji RI

57 tahun lalu

Wamenag Pastikan Tak Ada Kendala Peralihan Aset Kemenag ke Kemenhaj

57 tahun lalu

Umrah Mandiri Resmi Dilegalkan, Simak Syaratnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal