Ilmu sharaf juga memiliki pentingannya sendiri. Dengan memahami sharaf, kita dapat mengetahui asal suatu kata dan pola-pola perubahannya. Sebuah kata kerja dapat diubah menjadi kata benda, dan sebuah kata kerja aktif dapat diubah menjadi kata kerja pasif.
Ilmu sharaf juga membantu kita mempelajari cara membentuk kata perintah, dan lain sebagainya. Semua ini dapat dipelajari dalam ilmu sharaf, yang juga dikenal sebagai ilmu tashrif.
Dilansir dari NU Online, inilah cara membaca kitab kuning:
Agar dapat belajar dengan konsisten dan memahami isi kitab kuning, penting untuk menanamkan niat sejak awal. Niat yang kuat akan mempermudah pemahaman terhadap ilmu yang sedang dipelajari.
Dengan memiliki niat yang benar, segala hal yang kita lakukan dalam proses belajar akan menjadi lebih mudah dipahami dan dihayati.
Memiliki penguasaan atas ilmu nahwu dan sharaf adalah kunci untuk dapat membaca kitab kuning. Kedua ilmu tersebut menjadi fondasi utama dalam kaidah bahasa Arab, yang setara dengan "grammar" dalam bahasa Inggris.