Kitab-kitab yang menjadi rujukan penting bagi para santri dalam mempelajari ilmu nahwu dan sharaf adalah Al-Jurumiyah, Matan Matnul Al Bina, dan Amtsilati Tasrifiyyah.
Kehandalan dalam memahami dan menguasai kedua ilmu ini menjadi pintu gerbang bagi para pelajar untuk memahami kitab kuning secara lebih mendalam.
Cara membaca kitab kuning selanjutnya yakni membaca serta menghafal kosa kata bahasa Arab secara intensif. Hal ini dapat dicapai dengan membaca secara aktif dan mengartikan kosa kata tersebut.
Salah satu metode yang efektif untuk menghafal adalah dengan membaca makna kata Arab sebanyak tujuh kali berulang-ulang, sehingga secara otomatis akan tertanam dalam ingatan. Sebagai contoh, ketika kata "abun" yang berarti "bapak" dibaca tujuh kali, maka akan mudah dihafal.
Ini merupakan etika yang penting bagi seorang santri ketika membaca atau menghafal kitab kuning. Salah satu bentuk penghormatan kepada pengarang kitab adalah dengan membaca Al-Fatihah untuk pengarang seperti Syekh Abu Suja dalam kitab Taqrib.