Dalil Nisfu Sya'ban, Asal Usul Peringatan dan Amalan-Amalannya

Kastolani Marzuki
Dalil tentang Nisfu Sya'ban dan amalan-amalannya yang dianjurkan untuk dikerjakan, (Foto: Freepik)

Puasa pada hari Nishfu Sya’ban tidaklah dilarang. Sebab termasuk harihari purnama (tanggal 13-14-15 Hijriyah) yang dianjurkan untuk berpuasa di setiap bulan. Sungguh telah ada perintah puasa pada pertengahan Sya’ban secara khusus. Disebutkan dalam Sunan Ibni Majah dengan sanad yang dlaif: Ddiriwayatkan dari Ali, dari Nabi :

“Jika ada malam Nishfu Sya’ban maka ibadahlah di malamnya dan puasalah di siang harinya. Sebab (rahmat) Allah lturun di malam itu sejak terbenam matahari ke langit yang paling dekat. Allah lberfirman: “Adakah yang meminta ampunan maka Aku ampuni dia, adakah yang minta rezeki maka Aku beri dia rezeki, adakah orang yang diberi musibah maka Aku sembuhkan, dan bentuk permintaanpermintaan yang lain, hingga terbit fajar” (Lathaif Al-ma’arif 1/151).

Demikian penjelasan dalil Nisfu Sya'ban, asal usul peringatan dan amalan-amalannya.

Wallahu A'lam Bish Showab.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

KPK Lacak Asal-usul Aset Ridwan Kamil yang Belum Dilaporkan ke LHKPN

57 tahun lalu

Asal Usul Kalender Jawa di Era Sultan Agung, Warisan Abadi Kerajaan Mataram

57 tahun lalu

Asal Usul Kata Sunda, dari Gunung Bercahaya hingga Peradaban dalam Sejarah Nusantara

57 tahun lalu

Bacaan Doa Nisfu Sya'ban Arab dan Artinya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal