Selain itu, mandi juga bisa dilaksanakan lebih jauh sebelumnya yakni mulai tengah malam sebagaimana penjelasan Syaikh al-Bajuri dalam kitabnya Hasyiyatu Asy-Syaikh Ibrahim al- Bajuri ala Syarh al-Allamah Ibn al-Qasim al-Ghazi ‘ala Matn asy-Syaikh Abi Syuja’ yang berbunyi sebagai berikut:
ويدخل وقت هذا الغسل بنصف الليل
Artinya: “Waktu masuknya mandi sunnah (Idul Fitri/Idul Adha) adalah pada tengah malam.”
Sementara untuk cara pelaksanaannya, sama seperti mandi biasa pada umumnya. Yakni dengan mengguyur seluruh badan dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri, menggunakan air bersih. Akan tetapi dalam mandi sunnah ini dianjurkan untuk membaca niat.
Adapun lafal niatnya sebagaimana petunjuk Syekh al-Baijuri dalam kitab tersebut sebagai berikut:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِعِيْدِ اْلفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitul ghusla li ‘îdil fithri sunnatan lillâhi ta’âlâ)
Artinya: “Aku niat mandi untuk merayakan Idul Adha/Idul Fitri sebagai sunnah karena Allah taála.”
Demikian lafal niat mandi sunnah sholat Idul Fitri dengan bahasa arab, latin dan artinya. Doa tersebut yang cukup pendek dan sangat mudah dihafalkan. Selamat menjalankan.