Sayangnya hal itu tidak terjadi pada diri Abul- Hakam, justru dengan kecerdasannya itu dia malah berposisi jadi penentang dakwah Islam. Hingga akhirnya Nabi SAW menjulukinya dengan gelar kebalikannya, dari Abul Hakam jadi Abu Jahal. Otaknya yang cerdas malah digunakan untuk memusuhi dakwah Nabi SAW.
Abu Jahal Mengakui Ajaran Nabi Muhammad SAW
Abu Jahal sebenarnya sudah mengakui kebenaran ajaran yang dibawa Nabi Muhammad SAW. Namun, kebencian dan takut kehilangan kehormatan serta jabatan di kalangan Suku Quraisy membuat hatinya terkunci menerima kebenaran.
Dalam Al Quran, Allah SWT berfirman:
{فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَكِنَّ الظَّالِمِينَ بِآيَاتِ اللَّهِ يَجْحَدُونَ}
Artinya: karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, tetapi orang-orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah. (Al-An'am: 33).
Ibnu Katisr dalam tafsirnya menerangkan ayat tersebut bermakna mereka (Abu Jahal dan orang-orang musyrikin Qurais) sama sekali tidak menuduh Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pendusta. Namun, mereka mengingkari ayat-ayat Allah (Al-An'am: 33).