JAKARTA, iNews.id - Kisah Abu Lahab dapat keringanan siksa karena senang dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW bisa menjadi ibrah bagi umat Islam untuk bergembira dan merayakan Maulid Nabi. Tahun ini, Maulid Nabi Muhammad SAW jatuh pada tanggal 25 Agustus 2026 bertepatan Selasa, 12 Rabiul Awal 1448 H.
Isnan Ansory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menyebutkan, Syaikh as-Sayyid Zain Aal Sumaith, dalam karyanya Masail Katsuro Haulaha an-Niqosy wa al-Jidal, mendefinisikan maulid Nabi Muhammad yakni, memperingati hari kelahiran Rasulullah dengan menyebut-nyebut kisah hidupnya, dan setiap tanda-tanda kemulian dan mukjizat sang Nabi Saw dalam rangka mengagungkan kedudukannya, dan menampakkan kegembiraan atas kelahirannya.
Tujuan memeringati Maulid Nabi SAW adalah dalam rangka menampakkan kegembiran atas kelahiran Nabi SAW. Tradisi menyambut Maulid Nabi SAW sudah ada sejak zaman dulu. Dikutip dari mui.or.id, Imam al-Suyuthi menyatakan, raja pertama yang memperingati hari kelahiran Rasulullah saw. dengan perayaan yang meriah luar biasa adalah Raja Al-Mudhaffar Abu Sa"id Kukburi ibn Zainuddin Ali bin Baktakin (l. 549 H. – w.630 H.).
Tidak kurang dari 300.000 dinar beliau keluarkan dengan ikhlas untuk bersedekah pada hari peringatan maulid. Intinya menghimpun semangat juang dengan membacakan syi’ir dan karya sastra yang menceritakan kisah kelahiran Rasulullah SAW.
Di antaranya yang paling terkenal adalah karya Syeikh Al-Barzanji yang menampilkan riwayat kelahiran Nabi SAW dalam bentuk natsar (prosa) dan nazham (puisi). Saking populernya, sehingga karya seni Barzanji ini hingga sekarang masih sering kita dengar dibacakan dalam seremoni peringatan maulid Nabi SAW.
Berikut ini, kisah Abu Lahab yang mendapat keringanan siksa karena bahagia dengan kelahiran Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam hadits dan kitab Al Barzanji.
Abu Lahab bernama lengkap Abdul Uzza bin Abdul Muthalib. Abu Lahab merupakan paman Nabi Muhammad SAW yang paling menentang dakwahnya secara langsung.
Abu Lahab yang juga pemuka kaum Qurais merupakan orang yang paling membenci dengan kehadiran ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.
Sangkin bencinya, Abu Lahab beberapa kali merencanakan pembunuhan terhadap Nabi yang tidak lain keponakan sendiri. Hal itu disebutkan dalam Al Quran, Surat Al Lahab.
Sebelum membenci dakwah Nabi, Abu Lahab senang ketika mendengar kelahiran Nabi Muhammad SAW. Saking senangnya, Abu Lahab langsung memerdekakan budaknya yakni Tsuwaibatul Aslamiyyah.