Malaikat Jibril juga memiliki nama lain yakni Ruhul Qudus.
قُلْ نَزَّلَهٗ رُوْحُ الْقُدُسِ مِنْ رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهُدًى وَّبُشْرٰى لِلْمُسْلِمِيْنَ
Katakanlah:"Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan al-Quran itu dari Rabbmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. An Nahl:102).
Selain itu, Ruhul Amin
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُۙ
Artinya: Dia dibawa turun oleh Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). (QS. ASy Syuara: 193)
Nama Lain Jibril yakni Ar Rukh.
تَنَزَّلُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِاِذْنِ رَبِّهِمْۚ مِنْ كُلِّ اَمْرٍۛ
Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. (QS. Al Qadr: 4)
Malaikat Jibril merupakan pemimpin para malaikat. Dalam sebuah hadits disebutkan. Dari Thalhah bin Ubaidillah bin Kariz bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak sehari pun setan terlihat lebih kerdil, lebih buruk, lebih hina, dan lebih marah kecuali pada hari Arafah. Hal itu karena dia melihat turunnya rahmat Allah dan terhapusnya dosa-dosa besar kecuali apa yang diperlihatkan pada hari Badar." Ada yang bertanya, "Apa yang setan lihat pada hari Badar, Wahai Rasulullah?" beliau menjawab: "Dia telah melihat Jibril sedang mengatur barisan para Malaikat." (HR. Malik) No. 840 / No. 982 Versi Dar Marifah Libanon.