Perbedaan Subhanallah dan Masyaallah, Ini Keutamaannya

Kastolani Marzuki
Muslim dianjurkan selalu berdzikir mengucapkan subhanallah dan masyaallah. (Foto: ist)

Ibnu Abbas menakwilkan ayat tersebut. Disebutkan bahwa makna yang dimaksud ialah ingat Allah kepada manusia jauh lebih banyak daripada ingat manusia kepada-Nya.

Di dalam sebuah hadis sahih disebutkan: Allah Swt. berfirman, "Barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam dirinya, niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam diri-Ku; dan barang siapa yang ingat kepada-Ku di dalam suatu golongan, niscaya Aku ingat (pula) kepadanya di dalam golongan yang lebih baik daripada golongannya."

Ada beragam zikir yang sering diamalkan muslim, yakni subhanallah, masyaallah, alhamdulillah, laa ilaaha illallah, allahu akbar. Laa haula walaa quwwata illaa billaahil’aliyyil’azhim.

Namun, ada kisah mengenai asal-usul bacaan zikir tersebut. Dalam Kitab Tanbihul Ghafilin karya Abu al-Layts al-Samarqandi (wafat pada tahun 373H atau 983 M) seperti dikutip dari laman lembagadakwahpbnu, asal mulanya bacaan dzikr menurut Abdullah bin Abbas ra meriwayatkannya yang isinya kurang lebih sebagai berikut.

Ketika Allah menciptakan ‘Arsy, Dia (Allah) memerintahkan kepada sejumlah malaikat untuk memikulnya. Kemudian, mereka merasakannya sebagai sebuah beban yang agak berat.

Karena itu Allah berfirman kepada mereka, “Katakan Subhanallah.” Lalu, para malaikat mengucapkan kalimat itu, hingga ringanlah beban pikulan mereka.

Sejak saat itu mereka mengucapkan kalimat “Subhanallah” tersebut sepanjang zamannya sampai kemudian Allah menciptakan Nabi Adam as.

Ketika Allah menciptakan Adam, Adam as tiba-tiba bersin. Allah mengilhamkan kepadanya agar mengucapkan “alhamdulillah”. Adam pun mengucapkannya. Usai Adam mengucapkan kalimat tersebut, Allah kemudian menjawabnya dengan kalimat, “Yarhamukallah : semoga Allah menyayangimu.

Dengan rahmat serta kasih sayang sajalah maka aku menciptakanmu.” Para malaikat kemudian berkata, “Ini adalah kalimat yang sangat agung, karena itu ia tidak layak untuk dilalaikan.”

Mereka pun kemudian menggabungkan kalimat ini dengan kalimat sebelumnya, sehingga mereka membacanya menjadi “subhanallah walalhamdulillah”. Dengan dua kalimat ini terasa lebih ringan bagi mereka memikul ‘Arsy.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
Nasional
10 hari lalu

MUI Minta Warga Hormati Perbedaan Awal Puasa: Jangan Rusak Persaudaraan

Nasional
10 hari lalu

Beda Awal Puasa Ramadan, Haedar Nashir: Itu Ruang Ijtihad, Tak Perlu Saling Menyalahkan

Nasional
11 hari lalu

Awal Puasa 2026 Berpotensi Berbeda, Menag: Semoga Tak Ada Perdebatan

Muslim
2 tahun lalu

Perbedaan Nahwu dan Shorof, Pengertian Beserta Contohnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal