Dari Abu Hurairah dia berkata, "Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pada suatu hari berada di hadapan manusia, lalu seorang laki-laki mendatanginya seraya berkata, Wahai Rasulullah, apakah iman itu? Beliau menjawab, Kamu beriman kepada Allah, malaikat-Nya, kitab-Nya, beriman kepada kejadian pertemuan dengan-Nya, beriman kepada para Rasul-Nya, dan kamu beriman kepada hari kebangkitan yang akhir. (HR. Bukhari Muslim) [ No. 9 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Di dalam kitab Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil A’qidah Al-Islamiyyah karya Syekh Thahir Al-Jazairi dituliskan sebagai berikut:
اَرْكَانُ الْعَقِيْدَةِ الْاِسْلاَمِيَّةِ سِتَّةُ اَشْيَاءَ: وَهِيَ الْاِيْمَانُ بِاللهِ تَعَالَى، وَالْاِيْمَانُ بِمَلاَئِكَتِهِ، وَالْاِيْمَانُ بِكُتُبِهِ، وَالْاِيْمَانُ بِرُسُلِهِ، وَالْاِيْمَانُ بِالْيَوْمِ الْاَخِرِ، وَالْاِيْمَانُ بِالْقَدَرِ.
“Rukun-rukun aqidah Islamiyah itu ada enam, yaitu iman kepada Allah SWT, iman kepada malaikat-malaikatNya, iman kepada kitab-kitabNya, iman kepada rasul-rasulNya, iman kepada Hari Akhir, dan iman kepada takdir (yang baik maupun yang buruk).
Berikut penjelasan enam rukun iman:
1. Iman kepada Allah
Rukun iman pertama yang wajib diyakini yakni beriman kepada Allah SWT, Tuhan Semesta Alam dan tidak menyekutukan-Nya.