Rukun Iman dan Rukun Islam, Lengkap dengan Dalil dan Penjelasan

Rilo Pambudi · Rabu, 18 Mei 2022 - 18:47:00 WIB
Rukun Iman dan Rukun Islam, Lengkap dengan Dalil dan Penjelasan
Rukun Iman dan Rukun Islam (Foto: Garakta Studio?Elements Envato)

JAKARTA, iNews.id - Rukun iman dan rukun Islam wajib diketahui oleh setiap muslim. Pasalnya, rukun iman dan rukun islam adalah landasan beragama untuk umat muslim.

Rukun iman yang berjumlah enam mengandung pokok-pokok kepercayaan dalam agama islam. Sedangkan rukun islam yang ada 5 poin, mengandung perintah utama dalam menjalankan kepercayaan sebagai penganut agama Nabi Muhammad.

Sebagai seorang muslim, rukun iman dan rukun islam harus sungguh-sungguh dijalankan dalam sehari-hari. Terlebih, bagi seorang muslim yang baligh dan berakal sehat bagaimanapun kondisi dan situasinya.  

Muslimin secara umum pastinya telah mengetahui bahwa rukun iman dalam ajaran islam ada 6. Antara lain adalah iman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitab Allah, Iman kepada Nabi dan Rasul, kepada hari akhir, dan kepada qada' serta qadar.

Sedangkan ada 5 poin rukun islam yang terkait pokok-pokok ajaran yang harus dijalankan. Antara lain adalah syahadat, sholat, puasa, zakat dan haji.

Penjelasan Rukun Iman dan Rukun Islam.

Di dalam Alquran, terdapat banyak keterangan terkait rukun iman yang sering dijadikan dalil pelaksanaannya. Di antaranya tertuang dalam Surat An-Nisa:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

Latin: Yā ayyuhallażīna āmanū āminụ billāhi wa rasụlihī wal-kitābillażī nazzala 'alā rasụlihī wal-kitābillażī anzala ming qablu, wa may yakfur billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulihī wal-yaumil-ākhiri fa qad ḍalla ḍalālam ba'īdā.

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya.

Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya,” (QS An-Nisa: 136).

Selain dalam Alquran, penjelasan juga datang dari hadis Nabi SAW. Dalam Hadits Arba’in, diterangkan bahwa malaikat Jibril datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya:

قَالَ : أَخْبِرْنِيْ عَنِ الْإِيْمَانِ قَالَ ” أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِهِ ” قَالَ : صَدَّقْتَ

Artinya: “Orang itu berkata lagi: ‘Beritahukan kepadaku tentang Iman,’. Rasulullah SAW menjawab: ‘Engkau beriman kepada Allah, kepada para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan Nya, kepada hari Kiamat dan kepada takdir yang baik maupun yang buruk,”. Orang tadi berkata: ‘Engkau benar’,” (HR Muslim).

1. Iman kepada Allah SWT

Rukun iman yang pertama adalah iman kepada Allah SWT yang berkedudukan sebagai pencipta segala apa yang ada di alam semesta beserta isinya.

Iman kepada Allah artinya meyakini bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Iman kepada Allah juga termasuk percaya kepada ketetapan dan sifat-sifat-Nya yang tertuang dalam Asmaul Husna. Meyakini atau iman kepada Allah juga tidak hanya dengan kata-kata, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan Caranya yaitu dengan amar ma’ruf dan nahi munkar, yang artinya melakukan segala perintah serta menjauhi larangan yang menghantar ke jurang kesesatan.

2. Iman kepada Malaikat

Iman yang kedua adalah iman kepada seluruh malaikat-malaikat Allah. Hal ini seperti tertuang dalam firman Allah di surat Al Baqarah ayat 285.


آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Bacaan latin: āmanar-rasụlu bimā unzila ilaihi mir rabbihī wal-mu`minụn, kullu āmana billāhi wa malā`ikatihī wa kutubihī wa rusulih, lā nufarriqu baina aḥadim mir rusulih, wa qālụ sami'nā wa aṭa'nā gufrānaka rabbanā wa ilaikal-maṣīr

"Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), "Kami tidak membeda-bedakan seorangpun dari rasul-rasul-Nya." Dan mereka berkata, "Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami Ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali,"

Ada banyak sekali malaikat Allah yang masing-masing memiliki tugasnya. Bahkan ada malaikat yang hanya diperintahkan untuk bersujud kepada Allah saja. Namun, terdapat 10 malaikat yang wajib diimani di dalam Islam yang memiliki tugas terkait dengan kehidupan manusia.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Iman yang ketiga adalah iman kepada kitab-kitab Allah. Terdapat 4 kitab Allah yang diturunkan melalui 4 nabi yang berbeda. Antara lain adalah Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa ASD, Kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud AS, Kitab Injil kepada Nabi Isa AD, dan Kitab Al Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.

4. Iman kepada Nabi dan Rasul

Berikutnya adalah iman kepada para Nabi dan Rasul. Nabi dan Rasul adalah manusia terpilih yang ditunjuk Allah sebagai perantara diri-Nya dan makhluk-Nya.

Nabi adalah seorang laki-laki yang memperoleh wahyu dari Allah namun tidak diwajibkan untuk menyebarluaskan wahyu tersebut. Sedangkan rasul merupakan seorang yang mendapatkan wahyu dari Allah dan mempunyai kewajiban untuk menyebarluaskan wahyu tersebut kepada umatnya sebagai petunjuk hidup. Di dalam islam, terdapat 25 nabi dan rasul yang wajib diketahui.

5. Iman kepada Hari Akhir

Hari akhir adalah ketetapan yang nyata dan sering diingkari oleh manusia. Sebagai seorang Muslim, maka diwajibkan untuk mengimani datangnya hari akhir.

Hal ini juga dapat meningkatkan semangat dalam beribadah karena hari perhitungan adalah benar adanya dan seluruh manusia akan mempertanggung jawabkan perbuatannya kelak. Hal itu sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al Hajj ayat 6-7.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّهُ يُحْيِي الْمَوْتَىٰ وَأَنَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Artinya: Yang demikian itu, karena sesungguhnya Allah, Dialah yang haq dan sesungguhnya Dialah yang menghidupkan segala yang mati dan sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Artinya: dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.

6. Iman kepada Qada' dan Qadar

Iman kepada Qada' dan Qadar artinya adalah meyakini bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak Allah SWT. Termasuk meyakini bahwa takdir yang dijalani manusia saat ini telah dituliskan sejak zaman azali, jauh sebelum manusia ada. Hal itu sebagaimana Allah berfirman dalam QS. Al Hadid ayat 22.

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اِلَّا فِيْ كِتٰبٍ مِّنْ قَبْلِ اَنْ نَّبْرَاَهَا ۗاِنَّ ذٰلِكَ عَلَى اللّٰهِ يَسِيْرٌۖ

Artinya: Setiap bencana yang menimpa di bumi dan yang menimpa dirimu sendiri, semuanya telah tertulis dalam Kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami mewujudkannya. Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah.

Editor : Komaruddin Bagja

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: