Teks Khutbah Jum'at Tentang Akidah yang Menginspirasi, Akidah yang Kuat untuk Membendung Ekstremisme

Rilo Pambudi
Teks khutbah Jumat tentang akidah (Foto:Istimewa)

Oleh karena itu, marilah kita teladani akhlak dan perilaku Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana yang dinyatakan oleh Allah subhanahu wa ta’ala:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ

Artinya: “Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.” (QS Ali Imran: 159)

Jika tauhid kita kuat, mestinya kita tidak akan menebar ketakutan atau teror kepada siapa pun. Nabi Muhammad dengan perilakunya, sikapnya yang lemah lembut bisa menarik orang-orang yang sebelumnya belum Islam menjadi memeluk agama Islam karena tertarik dengan model dan cara dakwah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Meskipun begitu, tetap saja ada orang-orang yang iri dan tidak setuju pada dakwah Baginda Nabi  yang mengajak mengesakan Tuhan seperti Abu Jahal, Abu Lahab dan sebagainya. Bagaimana sikap Nabi? Nabi tidak membalasnya dengan menebar teror kepada mereka. Nabi tidak pernah memaksakan ajakan dakwahnya kepada mereka.

Lalu kenapa Nabi Muhammad berperang? Perang yang dilakukan Nabi bukan dalam rangka teror. Perang yang dilakukan Nabi adalah perang di medan tempur. Tidak ngebom di perumahan dengan membabi-buta. Namun hanya dilakukan di medan tempur saja. Alasan yang melatarbelakanginya pun amat masuk akal, yakni pembelaan diri lantaran kezaliman yang dialami umat Islam.

Sejak awal, Allah sudah mewahyukan kepada Nabi dengan ayat:

مَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ

Artinya: “Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan (amanat Allah).” (QS Al-Maidah: 99)

Jika Rasul yang benar-benar utusan Allah yang disucikan dari dosa dan mendapat mandat langsung dari Allah saja tugasnya hanya menyampaikan, maka tidak patut bagi kita untuk memaksakan kehendak atau pemahaman agama kita kepada orang lain. Terlebih bertindak radikal dengan menyebarkan teror ke mana-mana. Justru ini merugikan umat Islam sendiri.

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
Nasional
6 bulan lalu

Persamaan dan Perbedaan Ceramah, Pidato Serta Khotbah: Jangan Sampai Keliru Memahaminya

Muslim
10 bulan lalu

Khutbah Idul Fitri 2025 Sedih, Membuat Jamaah Berderai Air Mata

Seleb
12 bulan lalu

Viral Shawn Mendes Hadiri Sholat Jumat dan Dengarkan Khutbah, Fans Heboh

Muslim
2 tahun lalu

3 Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru Islam: Memahami Makna Hijrah dan Menyucikan Hati

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal