Menurutnya, praktik seperti ini tidak hanya merugikan secara reputasi, tetapi juga secara ekonomi, karena namanya dijadikan alat untuk meraup keuntungan secara tidak etis.
Rossa juga menyoroti bahwa fenomena ini bukan hanya menimpa dirinya. Sejumlah artis lain seperti Bunga Citra Lestari dan Maia Estianty disebut mengalami hal serupa, di mana konten negatif terus diproduksi hingga membentuk opini publik yang keliru.
Sementara itu, Natalia Rusli menegaskan bahwa laporan ini dibuat bertujuan memberikan efek jera sekaligus edukasi kepada masyarakat. Ia menilai, penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak tanpa menjatuhkan pihak lain demi kepentingan pribadi.
Langkah hukum ini, kata Ikhsan Tualeka, juga menjadi bentuk perlawanan terhadap praktik perundungan yang mulai dianggap biasa di ruang digital.
"Ini bukan soal anti-kritik, tapi soal membedakan kritik dengan bullying. Jangan sampai praktik seperti ini dinormalisasi," tegasnya.
Dari total akun yang teridentifikasi, sebanyak 78 akun resmi dilaporkan, sementara puluhan akun lainnya telah menunjukkan itikad baik dengan menghapus konten serta menyampaikan permintaan maaf.