Dia meminta publik tidak terburu-buru menyimpulkan kondisi finansial Ruben hanya berdasarkan keputusan menghentikan pembayaran cicilan. Minola menegaskan, akar persoalan yang tengah dipermasalahkan kliennya adalah keadilan dalam pembagian kewajiban.
Sebelumnya, Ruben diketahui telah membayar cicilan rumah tersebut seorang diri selama kurang lebih satu tahun. Karena itu, ayah tiga anak tersebut meminta kontribusi yang telah dikeluarkannya diperhitungkan terlebih dahulu sebelum membahas kelanjutan pembayaran sisa cicilan.
Minola memastikan Ruben tidak berniat mengingkari kesepakatan dalam Akta 39. Namun, kliennya menginginkan adanya pergantian giliran dalam memenuhi kewajiban pembayaran cicilan rumah tersebut.
"Jadi janganlah kita mencoba menyimpulkan sesuatu hanya karena ingin menjatuhkan, ingin memojokkan. Kita lihat saja perkara pokoknya. Bagaimana secara aturan hukumnya seperti apa," ucapnya.
Minola berharap polemik cicilan rumah Ruben dan Sarwendah tidak berkembang menjadi spekulasi mengenai kondisi keuangan kliennya. Dia meminta publik melihat persoalan tersebut berdasarkan fakta dan aturan hukum yang berlaku.