Diet Intermittent untuk Penderita GERD, Aman atau Berbahaya?

Niko Prayoga
Bagaimana jika metode diet intermittent fasting (IF) dilakukan seseorang yang memiliki riwayat GERD atau asam lambung? (Foto: Ilustrasi/AI)

Meski demikian, dr Tirta mengingatkan metode ini tidak berlaku untuk semua penderita GERD. Bagi mereka yang memiliki kondisi asam lambung kronis atau cukup parah, intermittent fasting justru tidak dianjurkan karena berisiko memperburuk kondisi.

“Kurang dianjurkan untuk orang yang mengalami gangguan asam lambung yang kronis. Otomatis kalau pada penderita seperti ini harus dianjurkannya itu makan sering tapi sedikit,” ujar.

Lebih lanjut, dia mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi tubuh masing-masing sebelum memutuskan menjalani diet tertentu. Menurutnya, setiap orang memiliki metabolisme dan karakter tubuh berbeda, sehingga tidak semua metode diet cocok untuk semua orang.

“Intermated fast, diet karnivore, diet vegetarian selalu kenali metabolisme tubuhmu dan karakter tubuhmu,” ucapnya.

Sebab itu, penting bagi masyarakat untuk tidak sekadar mengikuti tren diet tanpa mempertimbangkan kondisi kesehatan pribadi, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit lambung.

Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
9 hari lalu

Diet Ekstrem hingga Bikin GERD Kambuh, Dokter Ungkap Bahaya Pangkas Kalori Berlebih

11 hari lalu

Stres dan Makanan Pedas Bisa Picu GERD, Begini Kata Dokter

11 hari lalu

Asam Lambung Sering Kambuh? Ini Penyebab Dada Terasa Panas dan Mual 

3 bulan lalu

Malas Mengunyah Makanan Picu Gerd, Begini Kata Dokter

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal