Berdasarkan unggahan akun Instagram Ranger Prau pada Sabtu (17/10/2026), kedua orang tua balita itu mendatangi basecamp untuk menyampaikan permintaan maaf sekaligus memberikan klarifikasi.
Mereka menjelaskan sang anak sedang tidur ketika ditinggalkan. Orang tua tersebut mengaku telah menitipkan balita itu kepada seorang teman yang mendirikan tenda bersebelahan.
Namun, saat balita terbangun dan menangis, teman yang dititipi disebut justru tertidur. Mereka juga meminta agar video anak tersebut segera dihapus.
Penjelasan itu turut mendapat tanggapan dari Fiersa. Menurutnya, menitipkan anak kepada orang lain yang kemudian tertidur tidak bisa dijadikan pembenaran untuk meninggalkan balita sendirian di dalam tenda.
“Sempat lihat penjelasannya, katanya menitipkan pada kawannya, dan kawannya ketiduran. Tetap bloon aja menurut saya mah (mohon maaf),” tulis Fiersa.
Kasus balita yang ditinggalkan di tenda Gunung Prau menjadi pengingat pentingnya mengutamakan keselamatan dalam kegiatan pendakian. Terlebih, ketika anak-anak ikut dalam perjalanan, orang tua perlu memastikan kebutuhan dan keselamatan mereka tetap terjaga, tanpa mengesampingkannya demi mencapai puncak.