Ammar kemudian mengungkap adanya dugaan pemerasan yang dilakukan salah satu oknum penyidik. Dia dituding meminta sang aktor untuk menyiapkan dana senilai Rp300 juta per orang dari total 10 terpidana.
"Namun pada kenyataannya dari para penyidiknya ini tetap menekan saya untuk bicara, 'Ya sudahlah, yang jelas lo mau kayak gimana aja ini kasus enggak akan bisa naik Yang penting lo siapkan dana 300 juta per kepala'," kata Ammar Zoni.
"Dan dia suruh saya nanggung semuanya, ada 10 orang, (dengan total) Rp3 miliar berarti saya harus siapkan dana. Saya bilang loh ini pemerasan namanya saya bilang," bebernya.
Atas permintaan itu, Ammar pun merasa sangat dirugikan dalam menjalani proses hukum kasus tersebut. Ia bahkan menilai oknum penyidik sengaja membuat skema bahwa dirinya menjadi aktor utama kasus peredaran dalam Rutan.
"Jangan kan Rp300 juta, Rp3 juta juga saya enggak mau bayar. Dia membuat saya seolah-olah saya menjadi induknya, saya menjadi orang terakhirnya. Lah saya bilang bagaimana ceritanya saya enggak kenal sama mereka semua gitu dari awal. Lalu saya harus mengakui sesuatu hal yang enggak saya lakukan. Mengakui sesuatu hal yang memang pada dasarnya ini semua dari Jaya," pungkasnya.