“Kami tidak ingin melukai hati teman-teman semuanya,” tulis Wawes.
Sementara itu, Masdho menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan semata-mata berkaitan dengan urusan tampil di atas panggung. “Bagi kami, musik bukan sekadar hiburan dan panggung bukan hanya tentang penampilan,” tulis Masdho.
Guyon Waton turut memberikan penjelasan mengenai alasan pembatalan penampilan mereka. Band asal Yogyakarta itu menekankan bahwa pertimbangan utama berkaitan dengan kondisi masyarakat serta situasi di sekitar penyelenggaraan acara.
“Pertimbangan utama kami bukan terkait materi acara melainkan lebih kepada aspek kondusivitas, keamanan masyarakat,” kata Guyon Waton.
Gelombang pembatalan ternyata tidak hanya datang dari pengisi acara. Salah satu tenant makanan dan minuman, Brokiss Jogja, juga mengumumkan keputusan membatalkan keikutsertaannya dalam kegiatan tersebut.
Melalui media sosial, founder Brokiss Jogja menyapa warga Yogyakarta sekaligus menyampaikan bahwa dirinya bersama tim telah memutuskan tidak membuka tenant di acara itu.