Menurut Iman, penyidik menemukan indikasi dana yang semestinya digunakan untuk memberangkatkan jemaah malah dialihkan ke berbagai kepentingan lain di luar operasional perjalanan ibadah.
"Sebagian digunakan untuk membayar influencer untuk kepentingan marketing," ungkapnya.
Polisi kini tengah menelusuri lebih jauh apakah para figur publik yang terlibat promosi mengetahui adanya persoalan di balik operasional travel tersebut atau tidak.
Pemeriksaan terhadap para influencer menjadi bagian dari upaya penyidik mengurai aliran dana dan mengumpulkan alat bukti dalam kasus yang menyeret Direktur Utama PT Hasanah Tama Internasional (Hanania Group), berinisial ASFR.
ASFR sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga menggunakan dana jamaah untuk kepentingan pribadi sekaligus menutupi masalah keuangan perusahaan.