Fahira kemudian menceritakan kembali kronologi sejak awal. Setelah pulang ke Indonesia, dia disebut mendapat diagnosis apendisitis atau radang usus buntu dengan ukuran apendiks sekitar 8,1 milimeter.
Dokter yang menanganinya saat itu menyarankan Fahira menjalani operasi. Dalam kondisi panik dan khawatir, Fahira sempat meminta dilakukan pemeriksaan darah, khususnya untuk melihat kadar leukosit.
Namun, menurut Fahira, dokter menilai pemeriksaan yang telah dilakukan sudah cukup untuk menentukan diagnosis, sehingga pemeriksaan darah tambahan tidak diperlukan.
"Aku pun mengikuti arahan dokter karena aku bukan tenaga medis dan aku percaya dengan dokter yang menangani aku," katanya.
Fahira mengaku ketika itu merasa lemas dan takut. Dia bahkan langsung mendatangi bagian administrasi rumah sakit untuk mengetahui perkiraan biaya operasi serta kamar yang tersedia.