Tim kuasa hukum menyebut telah melampirkan sejumlah bukti medis dan dokumentasi luka fisik yang diklaim dialami ANW dalam peristiwa dugaan kekerasan seksual yang menyeret Betrand Peto.
Bukti yang disiapkan antara lain dokumentasi memar atau benturan di area wajah dan hidung, lebam pada leher, luka cakaran, serta bagian lengan dan pergelangan tangan yang membiru.
Bagi pihak korban, bukti medis tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap dugaan kekerasan yang dilaporkan.
ANW sebelumnya juga telah memberikan keterangannya mengenai dugaan kejadian yang dialami. Dia mengaku sempat melakukan perlawanan ketika dirinya ditarik menuju area toilet.
“Tiba-tiba BP menarik tangan saya. Saya kira dia mengajak mengecek teman saya di toilet kenapa lama sekali. Namun sesampainya di depan pintu toilet, di situlah saya mengalami tindakan pelecehan seksual secara paksa dan disertai kekerasan,” tutur ANW.