"Terakhir di bulan Juli-Agustus itu mulailah gencar-gencar diskon, diskonnya fantastis sampai satu kali lipat lebih bahkan. Yang sudah terealisasi untuk perak ada sekitar 6 kilogram, tapi total nominal yang belum terealisasi saya hitung sekitar Rp1 miliar," keluhnya.
Bernard menyebut sekitar enam kilogram perak telah diterima. Namun, nilai pesanan lain yang belum terealisasi menurut perhitungannya mencapai Rp1 miliar.
Dia mengaku mengalami kerugian setelah sejumlah transaksi yang telah dibayarkan tidak berujung pada penerimaan barang sesuai harapan.
Bernard menjelaskan bahwa transaksi yang dilakukan para korban umumnya berlangsung melalui aplikasi percakapan WhatsApp. Pada tahap berikutnya, transaksi juga disebut dilakukan melalui situs web.
Sementara itu, pengiriman barang yang dipesan dilakukan menggunakan jasa ekspedisi.