"Di sini tidak ada persetujuan di awal kalau yang dibuat konten itu adalah aku perorangan. Mereka juga tidak memberitahukan bahwa mereka memakai kamera yang ada di kacamatanya untuk merekam aku dari depan," tulisnya.
Menurut dia, apabila dirinya hanya terekam sebagai bagian dari keramaian di ruang publik, hal tersebut mungkin berbeda. Namun, dalam video tersebut ia merasa menjadi objek utama sehingga keberatan videonya dipublikasikan.
Merasa tidak nyaman, usher tersebut kemudian menghubungi Emanuel Bryan melalui pesan langsung (DM) dan meminta agar video tersebut diturunkan.
Namun, menurut pengakuannya, permintaan itu sempat ditolak. Dalam tangkapan layar percakapan yang diunggah, pihak yang disebut sebagai Emanuel Bryan memberikan alasan bahwa video direkam di ruang publik.
"Public space, gak perlu izin. Kalau private property perlu," kata Bryan.
Usher tersebut kemudian membalas bahwa meski direkam di ruang publik, seseorang yang menjadi objek utama dalam video yang dipublikasikan tetap seharusnya dimintai persetujuan.