"Dari Bali. Langsung ke rumah duka, langsung ke Gereja Effatha baru sekarang (ke pemakaman)," katanya.
Mongol juga mengungkapkan bahwa awalnya dia sempat tidak percaya mendengar kabar meninggalnya Temon yang begitu mendadak. Keyakinannya baru muncul setelah melihat sejumlah rekan komedian mengunggah ucapan belasungkawa melalui status WhatsApp.
"Dan yang membuat Mongol percaya beliau sudah meninggal adalah perubahan status WA nomor handphone beliau. Perubahan berita tentang beliau meninggal. Cuman pas perubahan status WA-nya Cing Abdel sama beliau, sama Cak Lontong, saya langsung, 'Oh berarti bener'," kenangnya.
Di mata Mongol, Temon bukan hanya rekan sesama komedian. Almarhum dikenangnya sebagai sosok yang rendah hati dan tidak pernah merasa dirinya lebih tinggi meski telah lama berkecimpung di dunia hiburan.
Menurutnya, Temon selalu memperlakukan semua orang layaknya keluarga. Sikap sederhana dan keramahannya itulah yang membuat banyak orang merasa kehilangan atas kepergiannya.
"Beliau adalah orang yang tidak pernah merasa diri sebagai seorang seniman yang harus dihormati, tapi beliau menjadi seperti kayak abang, kayak saudara, kayak temen yang kita bisa saling share," tutup Mongol.