"Dan penggiringan opini bahwa perundungan (bullying) itu terjadi di lingkungan sekolah anak-anak adalah tidak benar, karena pihak sekolah sangat menjaga lingkungan sekolah dari hal-hal bersifat perundungan," lanjutnya.
Di tengah ramainya komentar publik, Sarwendah justru memberikan apresiasi kepada pihak sekolah. Dia menilai sekolah telah menunjukkan komitmen tinggi dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan bullying.
"Saya bersyukur anak saya memiliki dukungan dan komitmen yang tinggi untuk menciptakan lingkungan yang aman dan positif bagi anak-anak," ujarnya.
Sarwendah pun berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan berbagai spekulasi yang terus berkembang di media sosial. Dia juga mengingatkan warganet agar lebih bijak dalam berkomentar, terlebih jika komentar tersebut menyangkut anak-anak yang tidak memiliki kaitan dengan polemik orang dewasa.
"Oleh karena itu, saya memohon kepada semua pihak untuk menjaga komentarnya terhadap anak-anak di sosial media," tegas Sarwendah.
Klarifikasi ini muncul setelah cuplikan podcast Sarwendah bersama Denny Sumargo viral dan memicu beragam reaksi publik. Sebagian warganet mengira anak-anaknya mengalami perundungan di sekolah, padahal menurut Sarwendah, komentar negatif yang dimaksud berasal dari ruang digital.
Melalui penjelasan tersebut, Sarwendah berharap tidak ada lagi fitnah maupun penggiringan opini yang berpotensi merugikan anak-anaknya maupun pihak sekolah.