Tak Disangka, Rumput Purun dari Rawa Kalimantan Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Muhammad Sukardi
Perajin rumput purun. (Foto: Istimewa)

Pemanfaatannya juga memiliki kaitan dengan keberlanjutan ekosistem. Lahan gambut menyimpan cadangan karbon dalam jumlah besar sekaligus berperan dalam menjaga tata air. Ketika gambut dikeringkan, dibakar atau dialihfungsikan, fungsi ekologisnya dapat terganggu dan risiko kebakaran serta pelepasan karbon meningkat.

Karena itu, pemanfaatan purun sebagai sumber ekonomi menjadi salah satu pendekatan yang berupaya mempertemukan kepentingan lingkungan dengan kebutuhan masyarakat.

Kriya dari rumput purun. (Foto: Istimewa)

Anyaman Purun Jadi Penghasilan Tambahan

Bagi masyarakat yang telah memiliki keterampilan menganyam, pengembangan produk berbahan purun membuka peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama.

Salah satunya dialami Idang, perajin yang sebelumnya mengandalkan pekerjaan tani musiman. Dia biasa memperoleh sekitar Rp40.000 hingga Rp50.000 per hari dari pekerjaan tersebut.

Setelah bergabung sebagai perajin, Idang tetap bekerja di sawah dan menganyam purun setelah pulang ke rumah. Dari kegiatan tersebut, dia memperoleh tambahan penghasilan sekitar Rp80.000 hingga Rp100.000 per hari.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 bulan lalu

Jelang HUT ke-499 Jakarta, Perajin Ondel-Ondel Setu Babakan Kebanjiran Pesanan

4 bulan lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

6 bulan lalu

Harga Kedelai Impor Melejit Imbas Perang AS-Iran, Perajin Tahu di Tegal Menjerit

4 bulan lalu

Craftote Tembus Pasar 4 Negara lewat Pemberdayaan BRI, Produk Serat Alam Go Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal