Tak Disangka, Rumput Purun dari Rawa Kalimantan Disulap Jadi Produk Bernilai Tinggi

Muhammad Sukardi
Perajin rumput purun. (Foto: Istimewa)

Dari situ, dia membangun model yang menghubungkan proses dari hulu hingga hilir. Purun diproses dan dianyam oleh perajin lokal, kemudian dikembangkan menjadi produk yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Produk berbahan purun tersebut kini telah tersedia di lebih dari 100 gerai ritel dan mulai digunakan sejumlah pelanggan korporasi untuk kebutuhan merchandise, acara hingga hadiah karyawan.

Bagi Alexandra, peningkatan nilai suatu material tidak bisa dipisahkan dari orang-orang yang berada di balik proses produksinya.

"Ekonomi sirkular bukan hanya tentang material yang dapat digunakan kembali atau terurai. Yang tidak kalah penting adalah memastikan orang-orang dalam rantai pasok mendapatkan manfaat yang adil," katanya.

Pendekatan itu membuat keberlanjutan tidak hanya dilihat dari bahan yang digunakan, tetapi juga dari bagaimana manfaat ekonomi dibagikan kepada masyarakat yang mengolahnya.

Editor : Muhammad Sukardi
Artikel Terkait
4 bulan lalu

Jelang HUT ke-499 Jakarta, Perajin Ondel-Ondel Setu Babakan Kebanjiran Pesanan

4 bulan lalu

Harga Kedelai Naik, Perajin Tempe di Tangerang Terpaksa Perkecil Ukuran Produk

6 bulan lalu

Harga Kedelai Impor Melejit Imbas Perang AS-Iran, Perajin Tahu di Tegal Menjerit

4 bulan lalu

Craftote Tembus Pasar 4 Negara lewat Pemberdayaan BRI, Produk Serat Alam Go Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal