Menurut Mawa, secara umum anak yang masih kecil biasanya berada di bawah pengasuhan ibu. Hal tersebut menjadi salah satu alasan dia yakin dapat memperoleh hak asuh tersebut.
"Kalau hak asuh anak pasti ya, di bawah 12 tahun itu kan anak pasti bakalan sama ibunya kan," ucapnya.
Di sisi lain, Mawa juga menanggapi komentar dari pihak Insanul Fahmi yang menyebut gugatan cerai tersebut merupakan hasil hasutan orang di sekitarnya.
Dia membantah keras tudingan tersebut dan menegaskan keputusan bercerai murni berasal dari dirinya sendiri tanpa campur tangan pihak lain.
"Aku mau perjelas, aku tidak ada dengan hasutan siapapun, tidak ada dihasut. Aku pure pribadi aku emang tidak mau melanjutkan hubungan ini. Jadi terserah mereka kalau emang mereka mau bersatu, aku ikhlas, ya sudah bersama aja mereka. Aku juga nggak mau kan bekas-bekas ya," ujarnya.
Mawa juga mengaku tidak keberatan apabila Insanul Fahmi benar-benar memilih melanjutkan hubungan dengan Inara Rusli. Dia bahkan mengaku ikhlas jika keduanya memutuskan untuk bersama.
Di tengah proses perceraian yang tidak mudah, Mawa menyadari situasi tersebut meninggalkan luka mendalam bagi dirinya. Dia mengaku mengalami trauma akibat masalah rumah tangga yang terjadi.
Meski demikian, Mawa berusaha tetap berpikir positif dan menatap masa depan dengan lebih baik. Baginya, kebahagiaan pribadi dan masa depan anak menjadi prioritas utama setelah perceraian ini.
"Nasi udah jadi bubur ya. Jadi mau gimanapun juga, kalau itu udah terjadi ya sudah. Karena aku juga berhak bahagia, anak aku juga berhak melihat sosok ibunya lebih happy lagi," katanya.