Untuk menjamin ketersediaan armada tiada henti tersebut, mantan montir ini harus menelan pil pahit kelelahan dengan bekerja selama 12 jam per sif. Dia memulai rutinitas padatnya membelah kepadatan lalu lintas kota suci sejak pukul sebelas siang hingga larut malam.
Ritme kerja ekstrem ini semakin berat dengan paparan cuaca panas Arab Saudi yang kerap membuat kondisi fisiknya tumbang dan batuk parah pada masa-masa awal. Namun, kedisiplinannya meminum air putih dalam jumlah masif berhasil membuat staminanya kembali prima untuk bertugas.
"Untuk menjaga stamina tetap bugar, harus minum yang cukup. Jangan lupa sempatkan untuk beristirahat saat lelah," ucap Surdi membagikan rahasia kebugarannya.
Segala peluh dan pengorbanan pria bersahaja ini pada akhirnya terbayar lunas dengan rezeki spiritual yang sangat luar biasa. Berkat posisinya sebagai pekerja angkutan resmi, Kang Surdi telah merasakan manisnya menunaikan rukun Islam kelima hingga empat kali.