1.000 Orang Lebih Tewas akibat Perang di Suriah dalam 3 Hari, Apa yang Terjadi?

Anton Suhartono
Pertempuran antara pasukan keamanan Suriah yang dibantu milisi pro-pemerintah melawan loyalis rezim Assad pecah sejak 6 Maret (Foto: AP)

Kantor berita pemerintah Suriah SANA, mengutip sumber pejabat di Kementerian Pertahanan, melaporkan bentrokan masih berlangsung di Tanita, sebuah desa di Tartus, pada Minggu.

Samir Haidar (67), warga Baniyas, sebuah desa di Tartus, mengatakan kepada AFP dua saudara kandung dan keponakannya dibunuh oleh kelompok bersenjata yang memasuki rumah-rumah penduduk.

Meskipun dia seorang Alawi, Haidar merupakan penentang rezim Assad dan pernah dipenjara selama lebih dari 10 tahun saat rezim itu berkuasa.

Juru Bicara Kemhan Suriah Hassan Abdul Ghani mengatakan, pasukan keamanan telah memegang kendali wilayah-wilayah yang sebelumnya menjadi target serangan para loyalis Assad.

Dia membantah pasukan keamanan Suriah membunuh warga sipil Alawite yang berada di rumah mereka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

16 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

17 hari lalu

AS Cabut Status Terorisme, Presiden Suriah: Lembaran Baru Dibuka, Noda Hitam Dihapus

17 hari lalu

Akhirnya, AS Cabut Status Suriah sebagai Negara Sponsor Terorisme

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal