1.783 Pasien Corona Meninggal di AS dalam Sehari, WHO Kembali Jadi Kambing Hitam

Ahmad Islamy Jamil
PresidenAS Donald Trump. (Foto: AFP)

"Negara kami tidak pernah mendorong untuk melancarkan serangan pribadi kepadanya atau membuat komentar diskriminatif rasial," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Taiwan, Joanne Ou, dikutip dari AFP, Kamis (9/4/2020).

“Pemerintahan kami mendesak klarifikasi segera dan permintaan maaf dari Direktur Jenderal Tedros atas fitnah yang sangat tidak bertanggung jawab ini,” ujarnya, menegaskan.

Hubungan antara WHO dan Taiwan memburuk dan berada di puncak krisis, bahkan ketika para pakar kesehatan memuji langkah cepat Taiwan dalam merespons virus corona. Taiwan dibekukan dari keanggotaan WHO atas desakan China karena menganggap wilayah itu masih bagian dari China.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 jam lalu

Kebakaran Hutan Kanada, Laga Final Piala Dunia Spanyol Vs Argentina Ditunda?

2 jam lalu

Ganas! Iran Gempur Markas Komando AS di Suriah, Klaim Bunuh Tentara dan Hancurkan Heli

4 jam lalu

Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak Nyaris 12 Persen dalam Sepekan

5 jam lalu

Trump Tuduh China Intervensi Pilpres AS 2020 sehingga Kalah dari Joe Biden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal