Sementara itu Retno, asal Lampung, bekerja di Singapura sejak 2006. Dia mengaku bersalah atas dua tuduhan.
Dalam sidang terungkap dia berteman dengan seorang perempuan WNI pada 2012 setelah bertemu di MRT. Retno lalu mengetahui tentang ISIS setelah membaca posting-an Facebook perempuan yang dikenalnya itu.
Wakil jaksa penuntut Cheng Yuxi mengatakan, awalnya Retno tidak menyatakan minat kepada ISIS dan ragu.
"Namun, beberapa waktu atau pada 2018, terdakwa berubah pikiran setelah dia secara konsisten membaca posting-an Facebook Tuning tentang penderitaan para perempuan dan anak-anak di Suriah yang dipenjara atau dibom. Terdakwa kemudian mulai mendukung ISIS karena dia percaya bahwa pertempuran ISIS mengatasnamakan Islam melawan koalisi negara-negara lain, termasuk AS," kata Cheng.
Sekitar April 2018, teman perempuan memperkenalkan Retno dengan pria Indonesia yang merupakan simpatisan ISIS dan ingin pergi ke Suriah.