20 Orang Tewas Terinjak-injak saat Kebaktian di Gereja Tanzania

Nathania Riris Michico
Boniface Mwamposa, yang dikenal di antara para pengikutnya sebagai pendiri Arise and Shine Ministries Tanzania, menuangkan minyak suci ke tanah dan menyebabkan kekisruhan. (FOTO: doc. Tribune.net/AFP)

Simbachawene mengatakan bahwa pengkhotbah itu memulai dengan memanggil kerumunan yang penuh sesak untuk meletakkan kaki mereka di tempat dia menuangkan minyak suci.

"Ini adalah kata-kata yang menyebabkan kematian ini," kata Simbachawene.

"Dia harus menjawabnya."

Kepala polisi Tanzania Simon Sirro, yang mengonfirmasi jumlah 20 orang yang tewas, mengatakan penyelidikan sedang berlangsung atas insiden tersebut.

Tujuh orang lainnya ditangkap di Moshi, tempat insiden terjadi.

Sirro juga mengatakan polisi juga akan melihat bagaimana organisasi gereja menangani acara kerumunan skala besar seperti itu secara umum.

Presiden John Magufuli mengeluarkan pernyataan berduka atas kematian 20 orang di Moshi, serta 20 lainnya yang tewas akibat banjir di wilayah Lindi, Tanzania, pekan ini.

"Saya sangat menyesal atas kematian warga Tanzania ini dalam dua peristiwa," kata Magufuli.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
4 jam lalu

Duh, 10 Ekor Singa Mati Diracuni

3 hari lalu

Kasus Pembubaran Ibadah Gereja GKPI di Tangerang Berakhir Damai, Polisi: Situasi Aman dan Kondusif

4 hari lalu

Geruduk Ibadah Gereja di Tangerang, Pria Bersajam Minta Maaf dan Ngaku Menyesal

4 hari lalu

Kronologi Ibadah Gereja di Tangerang Dibubarkan Warga hingga Polisi Turun Tangan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal