7 Orang Tewas dalam Demo Tolak Kudeta Myanmar, Indonesia Prihatin

Antara
Ahmad Islamy Jamil
Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri (ilustrasi). (Foto: Kemlu.go.id)

JAKARTA, iNews.id – Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas penggunaan kekerasan di Myanmar. Hari ini, tidakan represif aparat di negara yang tengah bergolak itu telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka.

Pernyataan prihatin tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) melalui laman resminya, Minggu (28/2/2021). Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan guna menghindari lebih banyak korban jatuh.

“Indonesia berharap semua pihak menahan diri agar situasi tidak semakin memburuk,” ungkap Kemlu.

Polisi Myanmar bertindak makin brutal untuk meredam aksi unjuk rasa warga yang menolak kudeta militer di negara itu. Sampai pukul 17.05 WIB, total korban tewas dalam demonstrasi pada Minggu (28/2/2021) sebanyak tujuh orang.

Aparat keamanan menembaki pendemo, menjadikan hari ini sebagai hari paling berdarah sejak kudeta 1 Februari lalu. Selain menimbulkan korban tewas, tindakan keras aparat juga menyebabkan sejumlah orang terluka.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
18 jam lalu

Serangan Udara Hantam Biara di Myanmar, 14 Lansia sedang Meditasi Tewas

3 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

5 hari lalu

Demo BEM UI Berakhir Aman, Polisi Sempat Bantu Mahasiswa Pingsan

5 hari lalu

Polda Metro Kerahkan 9.242 Personel Amankan 31 Aksi Demo di Jakarta Hari Ini

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal