AS Ancam Iran Jelang Perundingan Nuklir: Sepakati atau Perang!

Anton Suhartono
Karoline Leavitt mengatakan Iran memiliki pilihan, menerima kesepakatan atau membayar dengan kensekuensi buruk (Foto: AP)

Iran dan AS serta negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB plus Jerman menyepakati perjanjian Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada 2015. Kesepakatan itu bertujuan untuk membatasi program nuklir Iran. Namun Trump di masa periode pertama pemerintahannya, tepatnya pada 2018, menarik AS keluar dari JCPOA.

Dia lalu menerapkan kembali sanksi keras terhadap Iran yang memukul perekonomian negara tersebut. 

Iran meresonsnya dengan melanggar komitmennya dalam JCPOA, yakni dengan meningkatkan pengayaan nuklir di atas ambang kesepakatan. Tindakan itu justru mengundang kecurigaan AS dan Israel bahwa Iran sedang menyiapkan senjata nuklir.

Iran dan negara-negara besar dunia menandatangani perjanjian nuklir pada tahun 2015 untuk mengekang aktivitas nuklir Teheran dengan imbalan keringanan sanksi. Namun, Donald Trump menarik diri dari kesepakatan tersebut pada tahun 2018.

Iran membantah tuduhan itu seraya menegaskan program nuklirnya hanya untuk keperluan energi sipil.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Bill Gates Minta Maaf Berhubungan dengan Predator Seks Jeffrey Epstein: Saya Bodoh!

Internasional
10 jam lalu

Tegas, Rusia Tak Akan Biarkan Iran Sendirian Hadapi Konflik dengan AS

Internasional
13 jam lalu

Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya

Internasional
13 jam lalu

Mantan Menhan Israel Takut Negaranya Dihujani Rudal Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal