AS Ancam Sanksi Pengadilan Kriminal Internasional demi Bela Israel, 125 Negara Mengecam

Anton Suhartono
Ancaman AS untuk menjatuhkan sanksi terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) menuai kecaman dari komunitas global (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Ancaman Amerika Serikat (AS) untuk menjatuhkan sanksi terhadap Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) bulan lalu menuai gelombang kecaman dari komunitas global. Sebanyak 125 negara anggota ICC menyatakan penolakan keras, menilai langkah Washington sebagai serangan langsung terhadap tatanan hukum internasional.

Sanksi yang sedang dipertimbangkan AS bukan lagi menyasar individu, melainkan institusi ICC secara keseluruhan. Jika diterapkan, dampaknya bisa melumpuhkan operasional harian pengadilan yang berbasis di Den Haag, Belanda, mulai dari pembayaran gaji staf, akses perbankan, hingga lisensi perangkat lunak.

Seorang diplomat senior menyebut langkah ini sebagai “eskalasi paling parah” yang pernah dilakukan negara terhadap lembaga peradilan internasional.

“Jalan sanksi individual telah habis. Sekarang lebih banyak pertanyaan tentang kapan, ketimbang apakah, mereka akan melakukan langkah berikutnya,” katanya.

Pemicu: Kasus Gaza dan Netanyahu

Ketegangan ini berawal setelah ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan kepada Perdana Menteri IsraelBenjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant tahun lalu. Keduanya dituduh melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Nah, Trump Tolak Dukung Netanyahu Lagi di Pemilu Israel

2 hari lalu

Drama Pembajakan Pesawat Tujuan Israel, Saudi Larang Pesawat Militer Zionis Masuki Wilayahnya

2 hari lalu

Indonesia Buka Peluang Investasi Energi Surya 100 GWp, Investor AS Dibidik

3 hari lalu

3 Tahun Ngonten Tanpa Penghasilan, Rizky Podos Ungkap Perjuangannya Jadi Kreator Konten

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal