AS: China Langgar Pembicaraan Damai dengan India, Kerahkan 60.000 Pasukan di Perbatasan

Arif Budiwinarto
Tentara penjaga perbatasan China dan India di wilayah Himalaya. (foto: Sputnik News)

Menurut O'Brien pembicaraan itu hanya sebatas formalitas, dia meyakini militer China tidak akan serta merta mengurangi aktifitasnya di Garis Kontrol Aktual (LAC) di Ladakh.

"Agres teritorial Partai Komunis China terlihat di perbatasan India dimana China telah berusaha untuk menguasai garis kendali sebenarnya dengan paksa," lanjutnya.

Pernyataan O'Brien muncul setelah pertemuan Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, dengan tiga pemimpin negara Asia sekutu yang menyebut diri mereka The Quad awal pekan ini di Tokyo, Jepang.
Pompeo yang memimpin upaya diplomatik AS melawan China pada Jumat (10/10/2020) mengatakan bahwa ada peningkatan 60.000 pasukan di Ladakh timur.

"Orang India melihat 60.000 tentara China di perbatasan utara mereka," kata Pompeo.

Dalam kesempatan itu, Pompeo menegaskan the Quad akan menjadi penyeimbang paling penting bagi China di tengah kebuntuan masalah perbatasan dan perilaku kasar China dengan tetangganya.

"Saya bersama rekan menteri luar negeri dari India, Australia, dan Jepang, format yang kami sebut the Quad, empat negara berdemokrasi besar, empat negara yang masing-masing memiliki risiko nyata terkait dengan ancaman yang coba diterapkan Komunis China," lanjutnya.

Amerika Serikat dijadwalkan akan bertemu dengan India yang diwakili oleh menteri luar negeri masing-masing pada 26-27 Oktober mendatang di New Delhi. Dalam pertemuan tersebut AS dan India akan membahas penguatan kerja sama terkait permasalahan perbatasan dengan China.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
Internasional
1 jam lalu

Trump Beri Sinyal Kesepakatan Damai AS-Iran Akan Diteken dalam Seminggu

Nasional
11 jam lalu

Purbaya Siapkan Penerbitan Panda Bond Bulan Depan, Perkuat Pembiayaan hingga Stabilitas Rupiah

Nasional
12 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Rp17.387 per Dolar AS

Internasional
14 jam lalu

Iran Surati FIFA Minta Jaminan Tak Singgung Garda Revolusi saat Piala Dunia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal