AS Jatuhkan Sanksi Terbaru ke Rusia soal Campur Tangan Pilpres 2020 dan Peretasan

Anton Suhartono
Joe Biden (Foto: Reuters)

Bersamaan dengan Uni Eropa, Inggris, Australia dan Kanada, Departemen Keuangan AS juga menjatuhkan sanksi kepada delapan orang terkait dengan pendudukan dan penindasan Rusia di Krimea, wilayah Ukraina yang dicaplok pada 2014.

Rusia geram dengan pemberlakuan sanksi terbaru dengan menyebut tindakan tersebut meningkatkan suhu ketegangan kedua negara secara berbahaya. 

Kementerian Luar Negeri Rusia memanggil Dubes AS di Moskow untuk menyampaikan protes. Juru Bicara Kemlu Rusia mengatakan, pemerintah akan menanggapi sanksi tersebut dalam waktu dekat.

Sebelum perintah eksekutif disampaikan Biden, Rusia menyatakan sanksi yang akan dikeluarkan bisa memupus kemungkinan pertemuan puncak Joe Biden dengan Presiden Vladimir Putin.

Rusia membantah ikut campur dalam Pilpres AS serta terlibat dalam peretasan, memanfaatkan perusahaan teknologi AS SolarWinds Corp SWIN untuk menembus jaringan pemerintah. 

Pemerintah juga menyangkal meracuni tokoh oposisi Alexei Navalny menggunakan zat pelumpuh saraf.

Selain itu, Kremlin menepis tuduhan mereka memberi hadiah kepada Taliban karena membunuh tentara AS di Afghanistan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
14 jam lalu

Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika, Kanada Protes

3 hari lalu

Trump Kirim Proposal Perjanjian Nuklir AS-Saudi ke Kongres, Syaratnya Harus Berdamai dengan Israel

3 hari lalu

Nah, AS Bersedia Batalkan Operasi Ekonomi terhadap Iran asal Selat Hormuz Dibuka Total

3 hari lalu

Pengadilan AS Larang Lelang 100 Lebih Benda Peninggalan Kapal Titanic, Kenapa?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal